Archive | November, 2009

Benarkah Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia ?

22 Nov
QUOTE

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

Sumber : Pikiran Rakyat

MAN BEHIND THE IDEA ….

8 Nov

Siapa sih pria-pria genius yang berada di belakang kesuksesan situs-situs paling populer di dunia?

# FACEBOOK

Mark Zuckerberg salah satu pria muda terkaya di dunia.

Walaupun masih sangat muda, tapi Mark Zuckerberg (25) sudah mendapatkan kesuksesan yang luar biasa. Itu semua tentunya karena situs pertemanan paling fenomenal di dunia yaitu Facebook. Situs ini awalnya hanya situs khusus untuk para mahasiswa di Universitas Harvard. Tapi sekarang Facebook sudah menjadi situs paling wajib dikunjungi di seluruh dunia. Kabarnya more than 18 million Facebook users their status at least once each day.

Sang pencipta situs ini memang sangat genius, pria yang lahir tanggal 14 Mei 1984 ini adalah lulusan universitas Harvard.

Sejak Junior high School ia memang sudah gemar merancang program-program computer nggak heran dong ketika sudah duduk di bangku kuliah ia sudah bias menciptakan situs pertemanan yang menghebohkan seluruh dunia. Bahkan kabarnya Facebook bias ‘menarik’ 5 juta member baru setiap minggunya, wowww. Pria yang gila bermain game ini sempat mendapatkan gelar yang sangat keren sebagai “The World’s Most Influential People of 2008” versi majalah TIME.

7 Keajaiban Windows 7

3 Nov

Microsoft Indonesia resmi meluncurkan software yang paling anyar, yang dibilang orang punya banyak keistimewaan luar biasa. Yup, Windows 7 bakal jadi jodohnya PC. Karena Windows 7 mempermudah kerja PC. Softwarenya bakal memberikan efisiensi dan tingkat keamanan yang lebih canggih lagi buat para kompie freak(orang yang seharian di depan komputer).

Salah satu teknologi yang seru dari windows 7 adalah direct access (pengguna bisnis yang mobile). Teknologi ini bisa meng eliminasi virtual private network, dimana penggunanya bisa mengakses situs-situs internet tanpa menggunakan bandwith. Lalu ada pula teknologi Crand Cache. Kelebihan teknologi ini adalah mengoptimalkan penggunaan bandwith yang katanya nih, file yang sudah ditarik ke lokal area network (LAN) bisa di simpan. Sementara istilah Bitlocker adalah kelanjutan dari teknologi keamanan yang sebelumnya ada di Windows Vista.

Masih ada lagi selain itu keajaiban dari software yang mampu beradaptasi dengan sejumlah komputer ini. Diantaranya Aero Peek. Fitur ini perbaikan mutu yang sebelumnya ada juga di Windows Vista. Aero Peek di windows 7 bakal menonjolkan window(pada saat banyak membuka window) yang diinginkan saja. Yang lainnya akan terlihat transparan. Berikutnya ada istilah Sharing with HomeGroup. Fitur ini menjadi penghubung antar komputer berbasis windows 7 ke network yang ada dirumah untuk berbagi gambar, music, video, dokumenter dan printer. Nah, kalo ini butuh password untuk masalah keamanan.

Lalu istilah Media Streaming Option dan Play To and Aero Snap. Yang disebutin pertama sebagai fitur yang memperbolehkan penggunanya membatasi komputer apa aja yang mengakses filenya. Kalo yang kedua, Play To, fitur yang digunakan untuk mengirim media file ke computer network. Contohnya mengirim klip video ke tivi atau ngirim musik ke laptop. Sementara Aero Snap, istilah yang memperbolehkan penggunanya membuka window bersampingan dan menarik window ke pinggir layar.

Kemudiah istilah Jump Lists dan Libraries. Fitur jump list akan menyediakan akses cepat ke pengguna dengan StarMenu mini yang berisi foto, musik, dokumen atau link. Windows 7 mampu membedakan library-nya. Setiap Library punya sentuhan seni sesuai jenis file dan bisa di-share ke pengguna lain di rumah dengan HomeGroup tadi.

Fitur Taksbar Peek hampir sama dangan Aero Peek. Kalo mouse lewati aplikasi taskbar Windows 7, thumbnail-nya akan kebuka sesuai dengan aplikasi yang dilaluinya. Kalo kebetulan lagi ngebuka 3 window taskbar, setiap aplikasi yang dilalui mouse bakal keliatan dan lainnya transparan. Keren kan? Dan keajaiban terakhir dari software berbandrol 900-an ribu ini adalah istilah Windows Media Player Taskbar Controls. Disini pengguna cuma perlu melewati aplikasi windows media player di taskbar. Kalo udah gitu, maka thumbail lengkap dengan pilihan mengontrol dan memainkan lagu akan muncul, deh. Sebenernya masi banyak sih kecanggihan yang ada di dalam software baru ini. Cuma segitu dulu deh. Itu juga sudah ajaib banget.

sumber: tempointerakktif.com & tabloid gaul.